Selasa, 29 Desember 2020

 

Kesehatan Mental Pada Pelajar  Dalam Proses  Pembelajaran Daring

 

Kesehatan sering kali digambarkan dalam segi kondisi fisik saja, mereka yang dapat melakukan kegiatan berat, mempunyai bentuk tubuh yang ideal, yang terlihat sangat bugar. Dapat dikatakan sebagai orang yang sehat. Sayangnya, kesehatan tidak selalu dalam segi fisik. Nyatanya kesehatan adalah yang dimana orang tersebut memiliki kesehatan fisik dan kesehatan jiwa atau mental yang baik.

Tapi sangat disayangkan, persoalan mengenai kesehatan jiwa atau mental masih sangat minim dilihat oleh berbagai kalangan. Kesehatan jiwa atau mental masih dianggap kalah penting dengan kesehatan fisik. Padahal ditengah keadaan pandemik seperti ini, kesehatan jiwa atau mental sangat dapat dirasakan oleh sebagian orang. Terlebih pada pelajar yang sedang melakukan proses pembelajaran daring.

Dilansir dari halodoc.com kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang. Jika kesehatan mental tergannggu, maka timbul gangguan mental atau penyakt mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan denga orang lain, membuat pilihan, dn memicu hasrta untuk menyakiti diri sendiri. Beberapa jenis gangguan mental yang umum diemukan, antara lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan  obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis.

Karena adanya pemberlakuan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring menimbulkan berbagai polemik bagi para siswa dan orang tua siswa. Adanya kebijakan tersebut membuat siswa mengalami perubahan drastis terkait dengan aktivitas sekolah pada umumnya. Sebelumnya aktivitas di sekolah adalah sebagai sarana untuk belajar dan bermain bagi anak dan remaja. Kini sejak pemberlakuan tersebut aktivitas yang dapat dilakukan di sekolah tidak dapat lagi dirasakan. Hilangnya waktu bermain dan belajar bersama dengan teman di sekolah, terbatasnya untuk bepergian keluar atau berkunjung ke wahana hiburan, dan ditambah menyaksian secara langsung dampak dari Covid-19 terhadap orang tua atau anggota keluarga (dampak fisik, ekonomi, dan psikologi). Hal tersebut adalah pengalaaman yang sulit bagi anak-anak dan remaja. Karena anak-anak dan remaja tidak dapat menghadapi perubahan yang terjadi secara tiba-tiba.

Adanya pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring seperti ini rentan bagi anak-anak dan remaja mengalami tekanan psikologi dan gangguan kesehatan mental. Karena pembatasan aktivitas di luar rumah yang dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman, tugas yang lebih  banyak dari sekolah normal sebelumnya, berita mengenai perkembangan Covid-19 yang semakin memburuk. Hal tersebut lah yang dapat mengakibatkan pelajar terkena gangguan mental.

Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Pediatrics Journal dan dilakukan di Hubei China serta melibatkan 2.330 anak sekolah membuktikan bahwa anak-anak usia sekolah yang mengalami karantina proses belajar akibat Covid-19 menunjukkan beberapa tekanan emosional. Bahkan , penelitian lanjutan dari  dari observasi tersebut menunjukkan bahwa 22,6% dari anak-anak atau pelajar yang diobservasi mengalami gejala depresi dan 18,9% mengalami kecemasan.

Hal serupa terjadi  di Indonesia, adanya kegiatan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring ini berdampak signifkan pada kesehatan mental para pelajar meskipun dengan angka yang bervariasi. Data yang diperoleh dari survei penilaian cepat yang dilakukan oleh Satgas Penangan Covid-19 (BNPB, 2020) menunjukkan bahwa 47% anak Indonesia merasa di rumah, 35% merasa khawatir ketinggalan pelajaran, 15% ana merasa tidak aman, 20% anak merindukan teman-temannya, dan 10% anak merasa khawatir tentang kondisi ekonomi keluarga.

Keadaan seperti ini apabila tida diatasi dengan serius, tenntunya akan berakibat fatal yang nantinya menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Seperti hal yang sudah terjadi pada seorang remaja siswa kelas 2 SMA di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang berinisial MI, 16 tahun. Remaja tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun rumput (17/10/20) karena diduga mengalami depresi akibat tekanan pembelajaran jarak jauh yang dialaminya.

Melihat kondisi masalah kesehatan mental seperti ini, diperlukan upaya strategis dalam mengevaluasi sistem PJJ sekaligus memberikan dukungan kesehatan mental bagi anak-anak dan remaja yang sedang melaksanakan kegiatan atau sistem PJJ tersebut. Agar masalah kesehatan mental yang terjadi pada anak-anak dan remaja di Indonesia tidak meningkat pentingnya memberikan penyediaan layanan dukungan sosial yang memberikan fasilitas layanan kesehatan mental bagi para siswa. Dengan adanya penyediaan layanan ini baik online maupun offline, harapannya masyarakat dapat dengan mudah mengakses dukungan sosial jika diperlukan. Pemberian layanan kesehatan mental bagi anak dan remaja juga dapat diperkuat oleh sekolah. Karena sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran jarak jauh, pihak sekolah selayaknya memperhatikan kondisi para siswanya tidak hanya pada kualitas kemajuan pembelajarannya. Akan tetapi, hal yang lebih penting adalah memberikan perhatian lebih atas keamanan, kondisi kesejahteraan mental  siswanya, dan hal lain terkait dengan tantangan yang dihadapi oleh siswanya dalam proses pembelajaran di rumah.

Meskipun sampai saat ini pandemi belum berakhir, dampak tekanan psikologi dan kesehatan mental bagi para pelajar sangat dirasakan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari peran keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mendampingi anak-anak dan remaja mengahdapi berbagai perubahan dan tekanan yang ada. Oleh karena itu, hal ini tentunya harus menjadi perhatian yang khusus dan tidak boleh diabaikan. Semua pihak harus memaksimalkan perhatiannya agar dapat mengatasi masalah yang terjadi dengan lebih baik lagi.

Senin, 07 Desember 2020

 

Ayam Panggang Hari Natal

Bulan Desember adalah bulan yang sangat identik dengan  nuansa Natal bagi mereka yang beragama Kristen, hari dimana semua berkumpul dengan keluarga besarnya atu keluarga kecilnya sekali pun. Dimeriahkan dengan penuh pernak pernik natal, tawa dan kebahagian, dan berbagai macam makanan khas di hari natal.

 

Kata Natal adalah ungkapan dari sebuah bahasa latin yaitu Dies Natalis (Hari Lahir), jika dalam bahasa Inggris orang menyebutnya dengan sebutan Christmas. Suatu moment yang selalu dirindukan oleh aku dan keluargaku. Yang dimana dijelaskan pada Alkitab sebagai hari kelahiran Yesus Kristus. Setiap orang beragama Kristes akan melakukan kebaktian malam pada tanggal 24 Desember atau yang biasa ku sebut dengan malam Natal, dengan menyanyikan lagu Malam Kudus dengan ditemani lilin-lilin kecil yang menyala. Esoknya kami akan melakukan kebaktian pagi pada tanggal 25 Desember.

Perayaan Natal merupakan tradisi yang sangat ditunggu dan dinantikan, perayaan ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Banyak sekali hal yang dilakukan dalam perayaan ini yang tidak ada pada hari-hari biasanya. Hari dimana aku sangat bersemangat untuk memasang dan menghias pohon Natal, bertukar hadiah dengan teman atau keluarga, mengucapkan selamat hari natal kepada teman-teman dan keluarga, dan tidak lupa hal yang paling dinantikan yaitu memakan ayam  panggang yang selalu menjadi menu utama ketika hari Natal.

Ayam panggang ini adalah sebuah resep turun temurun dari keluarga papa ku, menu masakan yang selalu menjadi menu utama di hari Natal. Jujur sebenarnya aku masih bingung kenapa masakan ini dinamakan ayam panggang, kerena menurut ku ayam panggang tidak jauh berbeda dengan ayam bakar yang dibumbui dengan bumbu kecap dan rempah-rempah lainnya. Tapi pada menu ayam panggang keluarga ku ini sangat jauh berbeda dengan menu ayam panggang atau bakar lainnya. Jika pada ayam panggang atau ayam bakar lainnya diproses dengan dipanggang  atau dibakar dengan dilumuri kecap dan bumbu lainnya. Tidak dengan menu ayam panggang keluarga ku, ketika dipanggang ayam hanya dilumuri dengan perasan jeruk nipis dan garam saja. Setelah proses memanggang atau dibakar ayam dimasak dengan bumbu halus yang semua bahan telah diblender (Cabe ijo, bawang merah, bawang putih, kemiri, kencur, jahe, lengkuas, daun jeruk, serai, dan andaliman) dari semua bahan tersebut beberapa digoreng atau disangrai terlebih dahulu. Aku berpikir menu masakan ini lebih cocok dinamakan dengan ayam bumbu cabai ijo dibandingkan ayam panggang, karena tampilan warna pada masakan ini dominan dengan warna hijau nantinya setelah selesai dimasak.

Walaupun begitu bukan menjadi masalah yang perlu dipikirkan, makan ini tetap saja menjadi makan utama pada hidangan hari Natal. Tidak hanya keluarga ku saja yang menantikan makanan ini dihari Natal, melainkan keluarga besar dari mama ku pun  menantikan masakan ini di hari Natal.  Semua orang sangat menyukai menu masakan turun temurun dari keluarga papa ku, dengan rasa yang identik pedas, gurih, dan asam, semua orang sangat menyukai rasa itu. Tidak hanya itu, ada hal yang membuat ku sangat terkejut ketika kecil saat pertama kali memakan menu masakan ini, hal itu adalah ketika selesai memakan ayam panggang ini lidahku berasa bergetar di dalam mulut. Ketika ku tanya kepada papa ku kenapa lidahku bisa merasa seperti bergetar, ternyata hal itu diakibatkan oleh salah satu bumbu dalam masakan ini yaitu andaliman, bumbu masakan yang membuat lidahku berasa bergetar di dalam mulut. Itu adalah hal yang akan dirasakan setiap orang ketika memakan ayam panggang tersebut.

Kamis, 19 November 2020

tak tau arah


Telah banyak kulihat sunrise di pagi hari

Senja di sore hari

Hingga badai yang tak mengenal hari


Yang terkadang ditemani deburan ombak

Kadang kala ditemani kicauan burung

kadang pula ditemani oleh kesunyian


Berpuluh-puluh mil sudah kujalani

Berjam-jam sudah kulewati

Hingga aku tak tahu

Sebarapa jauh jalan yang kulalui

Seberapa lama waktu yang telah kulewati


Hingga banyak pelabuhan ku hiraukan

Banyak dermaga terlewati begitu saja

Sedangkan......

Mereka telah menunggu kapal ini untuk bersandar

 

Efektif dan Efisien kah Pembelajaran Jarak Jauh

Corona atau yang kita kenal sekarang dengan Covid-19 adalah sebuah virus yang mewabah di berbagai kalangan negara dibelahan dunia. Kemunculan virus tersebut pertama kali diketahui ada di Wuhan-Cina pada tanggal 17 November 2019. Dalam kasus yang ditemukan virus corona Wuhan mirip dengan penyakit flu pada umumnya, tetapi ia bisa menyebabkan dua generasi kasus, yakni orang yang tertular kemudia menularkannya ke orang lain.

Indonesia petama kali mengkonfirmasi kasus COVID-19 pada senin 2 maret 2020, saat itu Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kasus yang terjadi pada dua orang tersebut, diduga berawal dari perempuan yang berusia 31 tahun itu dengan WNA yang berasal dari Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan tersebut terjadi di sebuah klub atau hiburan malam yang erlokasi di Jakarta pada 14 Februari.

Dikarenakan angka positif corona yang ada di Indonesia semakin meningkat dan tidak ada penurunan, diberlakukannya lah PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar) di seluruh Indonesia. Kegiatan pekerjaan dan sekolah yang sebelumnya dilakukan di kantor dan di sekolah, sekarang kegiatan tersebut berubah, sehingga kegiatan dilakukan dari rumah masing-masing atau yang dikenal juga dengan WFH (Work Form House) dan begitu pula dengan sekolah dan universitas yang ada di Indonesia memberlakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan Kuliah Daring bagi siswa-siswi dan mahasiswa-mahasiswi di Indonesia.

Semua kegaiatan belajar mengajar selama masa pandemik ini diberlakukan melalui rumah masing-masing, baik tenaga pendidikan dan peserta didik. Disini tenaga pendidikan mencari cara bagaimana menyampaikan materi ditengah keadaan pandemik, diakrenakan tidak dapat melakukan proses belajar mengajar dengan cara tatap muka. Maka dari itu diberlakukannya penyampain materi berupa video, presentasi, grafis dan lainnya yang menjelaskan mengenai materi yang diajar.

Diberlakukannya kegiatan tersebut tidak membuat peserta didik paham betul mengenai materi yang dijelaskan, kegaiatan belajar jarak jauh seperti tidak cukup efektif dan efisien dalam dunia pendidikan. Kita sadari bahwa masih banyak dari daerah-darah lain yang masih tertinggal dibidang teknologi dan kondisi jaringan yang masih belum merata. Selain itu, kmampuan teknologi dan ekonomi setiap peserta didik berbeda-beda. Tidak semua siswa atau mahasiswa memiliki fasilitas memadai yang dapat menunjang kegiatan belajar jarak jauh ini.

Bukan hanya itu saja, saat guru atau dosen memberikan tugas kepada siswa atau mahasiswa, banyak hal kecurangan yang terjadi di dalamnya. Tingkat untuk melakukan kegiatan mencotek sangat tinggi di tengah kondisi saat ini, karena pada saat pembelajaran jarak jauh saat ini kurangnya pengawasan dari guru atau dosen sekali pun. Selain itu siswa atau mahasiswa terkadang mengerjakan tugas tersebut bukan karena mereka memahami betul mengenai materi yang telah dijelaskan, tetapi dikarenakan mereka ingin mendapatkan nilai. Jadi dalam proses belajar mengajar saat ini hal utama dalam pembelajaran bukan lagi mengenai materi yang disampaikan tetapi yang menjadi hal utama adalah seberapa besar mereka mendapatkan nilai dalam tugas tersebut.

Meskipun begitu pembelajaran harus tetap dilaksanakan dan berjalan. Setiap instansi telah memiliki kebijakannya masing-masing dalam menyikapi persoalan-persoalan yang ada dalam proses pemabalajaran jarak jauh saat ini. Beberapa instansi juga memberikan kebijakan agar peserta didik tidak hanya belajar materi saja, melainkan mereka juga mengasah keterampilannya dalam minat bakat yang dapat dilakukan di rumah mereka masing-masing dan life skill dengan membantu kegiatan di rumah.

Selasa, 03 November 2020

Bukan Rumah 

Kau datang ketika kau bersedih

Kau datang ketika kau suntuk

Kau datang ketika kau lelah

Kau hadir dalam kesedihan


Aku tak pernah lihat kebahagiaan mu

Melihat kau tertawa lepas

Melihat kau bergembira

Itu hanya khayalan bagi ku


Aku hanya tempat bersandar

Bersandar jika kau sedih

Aku hanya jadi tumpuan

Tumpuan ketika kau lelah

Aku hanya tempat hiburan

ketika kau merasa suntuk


Apa aku tidak pantas untuk merasakan kebahagiaan Mu

Apa KITA tidak bisa merasakan kebahagiaan bersama

Aku LELAH hanya merasakan kesedihan mu

Harus kah aku HILANG dari mu

Agar kau merasakan KEHILANGAN





 

Pantai

Langit yang begitu biru

Luas bagaikan tak berujung

Memberikan ketenangan didalam hati

Seakan tidak ada satu pun masalah dijiwa

            Putih warna mu bagaikan tak ada noda

            Halus dirimu seperti kapas

            Kuingin terlelap diatas mu

            Dan tak ingin bangun kembali.

Kubiarkan kaki ku dihempasnya

Yang kadang mendekat kadang menjauh

Sesaat juga hilang menjauh

Dan meninggalakan jejak diatas pasir

            Sejuk hembusan angin mu

            Alangkah tenang berada disini

            Seakan kaki ku tak ingin melangkah pergi

            Wahai PANTAI tercinta ku

            Ketahuilah aku pengagum panorama indah milikmu

 

FIP Siap Merdeka Belajar Untuk Menyongsong Pendidikan Yang Berkualitas, Mandiri, dan Inovatif

            Fakultas Ilmu Pendidikan merupakan salah satu fakultas yang berdiri megah diantara banyaknya fakultas lain di Universitas Trunojoyo Madura. Fungsi dari fakultas ini ialah untuk menyiapkan mahasiswa yang mampu menghadapi era industri 4.0 dan juga menghadapi disruptif era pada bidang pendidikan. Dimana dengan adanya era tersebut kita dituntut untuk dapat menjadi generasi muda yang berkualitas, mandiri, kreatif, dan inovatif. Selain itu, sebagai mahasiswa yang menempuh salah satu program studi pada Fakultas Ilmu Pendidikan, kita semua harus dapat mematahkan stigma bahwa pendidikan hanya dapat diraih oleh orang-orang kalangan atas. Karena pada kenyataannya hal itu tidak benar adanya. Banyak sekali jalan menuju pintu pendidikan. Salah satu contohnya ialah dengan adanya scholarship atau beasiswa yang bertaraf nasional maupun internasional. Adanya beasiswa ini dapat membuktikan bahwa kita sebagai agent of change seperti yang tertera pada Tri Dharma Mahasiswa dapat membawa perubahan yang lebih baik pada masyarakat Indonesia.

            Sebagaimana yang telah kita ketahui bawa pendidikan merupakan usaha terencana yang berfungsi untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Potensi diri setiap anak didik di Indonesia berbeda-beda. Namun, sesuai asas pancasila dan landasan UUD 1945, pendidikan di Indonesia memiliki kewajiban untuk mengajarkan kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampillan yang diperlukan dari dalam diri peserta didik tersebut. Proses pendidikan tentu tidak dapat stagnan. Proses pendidikan harus dinamis bagaikan eksperimen ataupun percobaan yang tidak pernah selesai. Dikarenakan perubahan zaman akan selalu berubah sampai kapanpun sesuai dengan kemajuan dan perkembangan serta kompetensi yang dibutuhkan oleh peradaban manusia. Mungkin kita sempat teringat sedikit dimana pada masa pendidikan Kartini di Jepara yang pada saat itu para perempuan memperjuangkan haknya untuk dapat merasakan pendidikan layaknya seorang laki-laki. Adanya kisah Kartini membuktikan bahwa pendidikan terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman yang ada. Begitu juga dengan pendidikan Indonesia sekarang yang merupakan bagian dari kebudayaan dan peradaban yang akan terus berkompetisi untuk mewujudkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang seutuhnya.

Dewasa ini pendidikan tidak melulu digambarkan dengan duduk berjam-jam di dalam kelas yang menjadi momok menakutkan bagi anak-anak siswa sekolah dasar pada khusunya. Ini sesuai dengan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pada saat memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang viral sejak dirilis ke publik. Konsep merdeka belajar dan guru penggerak pun menjadi inspirasi dan dipuji. Menurut penjelasan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, mengenai konsep Merdeka Belajar itu dapat diartikan unit pendidikan yaitu sekolah, guru-guru dan muridnya  mempunyai kebebasan. Kebebasan disini ialah diberikannya kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif. Pada pidato Mendikbud dalam memperingati Hari Guru Nasional, terdapat kalimat “ Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan”. Terkait dengan aturan yang dinilai perlu diperbaiki.

Karena tugas seorang pendidik adalah mengarahkan peserta didik agar dapat mengenal potensi yang terdapat didalam dirinya. Ketika peserta didik telah megetahui potensi yang dimiliki pada dalam dirinya. Disini Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) berperan untuk meberikan fasilitas agar peserta didik dapat mengembangkan potensi yang telah dimiliki, baik bidang akademik maupun non-akademik. Seperti kegiatan-kegiatan yang telah ada baik dibidang kesenian, olahraga, kepenulisan, dan teknologi. Setelah disediakannya fasilitas untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam diri masingg-masing mahasiswa, mahasiswa dibebaskan untuk  memilih kegiatan yang ingin diikuti, yang sesuai dengan minat dan bakat mereka masing-masing. Dengan itu, mahasiswa mengembangkan potensi yang mereka miliki. Dan tidak luput tugas kampus disini memberikan peluang untuk mahasiswa, mengikuti perlombaan guna mengukur potensi dirinya. Karena kegiatan mengikuti perlombaaan merupakan bagian dari proses menumbuh kembangkan potensi mahasiswa tersebut. Dan pendidikan yang baik, tidak hanya memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi minat dan bakat saja. Disini mahasiswa juga dituntut untuk mandiri, tidak tergantung atau bersandar kepada pihak-pihak lain, tidak tergantung pada bantuan orang lain, tidak hanya terpaku dari satu narasumber atau buku dalam pembelajaran. Pendidikan yang bersifat mandiri bertjuan untuk mahasiswa percaya kepada dirinya sendiri dalam mengejarkan tugas-tugas dalam perkuliahan. Agar dapat memecahkan sendiri persoalan yang dialami, Sehingga termotivasi untuk berinisiatif, berkreasi, berinovasi, proaktif dan kerja keras.

            Dalam dunia pendidikan pembelajaran inovatif juga sangat diperlukan, karena pembelajaran tersebut mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Proses pembelajaran dirancang, disusun dan dikondisikan untuk siswa agar belajar. Berbeda dengan pembelajaran konvensional akan mebuat peserta didik kurang tertarik dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa serta tidak bermakna pengetahuan yang diperoleh siswa. Karena dengan pembelajaran yang bersifat inovatif, seorang dosen dapat menciptakan sumber daya pembelajaran yang lebih produktif maupun pengelolan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Dengan cara dosen tersebut harus mengenali hubungan, banyaknya penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan baru dan berbeda anatara objek, proses, bahan, teknologi dan orang. Sebagaimana dosen menerapkan cara menegajar yang lebih kooperatif dan interaktif, seperti yang telah dilakukan dengan cara belajar kelompok atau diskusi. Sehingga siswa terlibat dalam kegiatan yan megembangkan pemahaman dan kemampuan mereka pada saat pembelajaran. Dosen disini juga bisa menggunakan berbagai alat bantu termasuk lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi mahasiswanya. Jadi pembelajaran yang berkualiats, madiri dan inovatif dapat meningkatkan semua kemampuan posistif siswa agar dapat meningkatkan kualitas intelektual (penguasaan Iptek), kualitas emosional (kepribadian) dan kualitas spiritual sehingga siap menyongsong masa depan yang penuh kompetisi.

  Kesehatan Mental Pada Pelajar  Dalam Proses  Pembelajaran Daring   Kesehatan sering kali digambarkan dalam segi kondisi fisik saja, me...