FIP
Siap Merdeka Belajar Untuk Menyongsong Pendidikan Yang Berkualitas, Mandiri,
dan Inovatif
Fakultas Ilmu Pendidikan merupakan salah satu fakultas
yang berdiri megah diantara banyaknya fakultas lain di Universitas Trunojoyo
Madura. Fungsi dari fakultas ini ialah untuk menyiapkan mahasiswa yang mampu
menghadapi era industri 4.0 dan juga menghadapi disruptif era pada bidang
pendidikan. Dimana dengan adanya era tersebut kita dituntut untuk dapat menjadi
generasi muda yang berkualitas, mandiri, kreatif, dan inovatif. Selain itu,
sebagai mahasiswa yang menempuh salah satu program studi pada Fakultas Ilmu
Pendidikan, kita semua harus dapat mematahkan stigma bahwa pendidikan hanya
dapat diraih oleh orang-orang kalangan atas. Karena pada kenyataannya hal itu
tidak benar adanya. Banyak sekali jalan menuju pintu pendidikan. Salah satu
contohnya ialah dengan adanya scholarship
atau beasiswa yang bertaraf nasional maupun internasional. Adanya beasiswa ini dapat
membuktikan bahwa kita sebagai agent of
change seperti yang tertera pada Tri Dharma Mahasiswa dapat membawa
perubahan yang lebih baik pada masyarakat Indonesia.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bawa pendidikan merupakan
usaha terencana yang berfungsi untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
Potensi diri setiap anak didik di Indonesia berbeda-beda. Namun, sesuai asas
pancasila dan landasan UUD 1945, pendidikan di Indonesia memiliki kewajiban untuk
mengajarkan kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampillan yang diperlukan dari dalam diri peserta
didik tersebut. Proses pendidikan tentu tidak dapat stagnan. Proses pendidikan
harus dinamis bagaikan eksperimen ataupun percobaan yang tidak pernah selesai. Dikarenakan
perubahan zaman akan selalu berubah sampai kapanpun sesuai dengan kemajuan dan
perkembangan serta kompetensi yang dibutuhkan oleh peradaban manusia. Mungkin
kita sempat teringat sedikit dimana pada masa pendidikan Kartini di Jepara yang
pada saat itu para perempuan memperjuangkan haknya untuk dapat merasakan
pendidikan layaknya seorang laki-laki. Adanya kisah Kartini membuktikan bahwa
pendidikan terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman yang ada. Begitu
juga dengan pendidikan Indonesia sekarang yang merupakan bagian dari kebudayaan
dan peradaban yang akan terus berkompetisi untuk mewujudkan Warga Negara
Indonesia (WNI) yang seutuhnya.
Dewasa
ini pendidikan tidak melulu digambarkan dengan duduk berjam-jam di dalam kelas
yang menjadi momok menakutkan bagi anak-anak siswa sekolah dasar pada khusunya.
Ini sesuai dengan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem
Anwar Makarim pada saat memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang viral sejak
dirilis ke publik. Konsep merdeka belajar dan guru penggerak pun menjadi
inspirasi dan dipuji. Menurut penjelasan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim,
mengenai konsep Merdeka Belajar itu dapat diartikan unit pendidikan yaitu
sekolah, guru-guru dan muridnya
mempunyai kebebasan. Kebebasan disini ialah diberikannya kebebasan untuk
berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif. Pada pidato
Mendikbud dalam memperingati Hari Guru Nasional, terdapat kalimat “ Anda
ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan
dibandingkan dengan pertolongan”. Terkait dengan aturan yang dinilai perlu
diperbaiki.
Karena
tugas seorang pendidik adalah mengarahkan peserta didik agar dapat mengenal
potensi yang terdapat didalam dirinya. Ketika peserta didik telah megetahui
potensi yang dimiliki pada dalam dirinya. Disini Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
berperan untuk meberikan fasilitas agar peserta didik dapat mengembangkan potensi
yang telah dimiliki, baik bidang akademik maupun non-akademik. Seperti
kegiatan-kegiatan yang telah ada baik dibidang kesenian, olahraga, kepenulisan,
dan teknologi. Setelah disediakannya fasilitas untuk mengembangkan potensi yang
terdapat dalam diri masingg-masing mahasiswa, mahasiswa dibebaskan untuk memilih kegiatan yang ingin diikuti, yang
sesuai dengan minat dan bakat mereka masing-masing. Dengan itu, mahasiswa
mengembangkan potensi yang mereka miliki. Dan tidak luput tugas kampus disini
memberikan peluang untuk mahasiswa, mengikuti perlombaan guna mengukur potensi
dirinya. Karena kegiatan mengikuti perlombaaan merupakan bagian dari proses
menumbuh kembangkan potensi mahasiswa tersebut. Dan pendidikan yang baik, tidak
hanya memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi minat
dan bakat saja. Disini mahasiswa juga dituntut untuk mandiri, tidak tergantung
atau bersandar kepada pihak-pihak lain, tidak tergantung pada bantuan orang
lain, tidak hanya terpaku dari satu narasumber atau buku dalam pembelajaran.
Pendidikan yang bersifat mandiri bertjuan untuk mahasiswa percaya kepada
dirinya sendiri dalam mengejarkan tugas-tugas dalam perkuliahan. Agar dapat
memecahkan sendiri persoalan yang dialami, Sehingga termotivasi untuk
berinisiatif, berkreasi, berinovasi, proaktif dan kerja keras.
Dalam dunia pendidikan pembelajaran inovatif juga sangat
diperlukan, karena pembelajaran tersebut mengarah pada pembelajaran yang
berpusat pada siswa. Proses pembelajaran dirancang, disusun dan dikondisikan
untuk siswa agar belajar. Berbeda dengan pembelajaran konvensional akan mebuat
peserta didik kurang tertarik dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa serta tidak
bermakna pengetahuan yang diperoleh siswa. Karena dengan pembelajaran yang
bersifat inovatif, seorang dosen dapat menciptakan sumber daya pembelajaran
yang lebih produktif maupun pengelolan sumber daya yang ada dengan peningkatan
nilai potensi untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Dengan cara
dosen tersebut harus mengenali hubungan, banyaknya penemuan dan inovasi lahir
sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan baru dan berbeda anatara objek,
proses, bahan, teknologi dan orang. Sebagaimana dosen menerapkan cara menegajar
yang lebih kooperatif dan interaktif, seperti yang telah dilakukan dengan cara
belajar kelompok atau diskusi. Sehingga siswa terlibat dalam kegiatan yan
megembangkan pemahaman dan kemampuan mereka pada saat pembelajaran. Dosen
disini juga bisa menggunakan berbagai alat bantu termasuk lingkungan sebagai
sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok
bagi mahasiswanya. Jadi pembelajaran yang berkualiats, madiri dan inovatif
dapat meningkatkan semua kemampuan posistif siswa agar dapat meningkatkan
kualitas intelektual (penguasaan Iptek), kualitas emosional (kepribadian) dan
kualitas spiritual sehingga siap menyongsong masa depan yang penuh kompetisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar