Selasa, 03 November 2020

 

FIP Siap Merdeka Belajar Untuk Menyongsong Pendidikan Yang Berkualitas, Mandiri, dan Inovatif

            Fakultas Ilmu Pendidikan merupakan salah satu fakultas yang berdiri megah diantara banyaknya fakultas lain di Universitas Trunojoyo Madura. Fungsi dari fakultas ini ialah untuk menyiapkan mahasiswa yang mampu menghadapi era industri 4.0 dan juga menghadapi disruptif era pada bidang pendidikan. Dimana dengan adanya era tersebut kita dituntut untuk dapat menjadi generasi muda yang berkualitas, mandiri, kreatif, dan inovatif. Selain itu, sebagai mahasiswa yang menempuh salah satu program studi pada Fakultas Ilmu Pendidikan, kita semua harus dapat mematahkan stigma bahwa pendidikan hanya dapat diraih oleh orang-orang kalangan atas. Karena pada kenyataannya hal itu tidak benar adanya. Banyak sekali jalan menuju pintu pendidikan. Salah satu contohnya ialah dengan adanya scholarship atau beasiswa yang bertaraf nasional maupun internasional. Adanya beasiswa ini dapat membuktikan bahwa kita sebagai agent of change seperti yang tertera pada Tri Dharma Mahasiswa dapat membawa perubahan yang lebih baik pada masyarakat Indonesia.

            Sebagaimana yang telah kita ketahui bawa pendidikan merupakan usaha terencana yang berfungsi untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Potensi diri setiap anak didik di Indonesia berbeda-beda. Namun, sesuai asas pancasila dan landasan UUD 1945, pendidikan di Indonesia memiliki kewajiban untuk mengajarkan kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampillan yang diperlukan dari dalam diri peserta didik tersebut. Proses pendidikan tentu tidak dapat stagnan. Proses pendidikan harus dinamis bagaikan eksperimen ataupun percobaan yang tidak pernah selesai. Dikarenakan perubahan zaman akan selalu berubah sampai kapanpun sesuai dengan kemajuan dan perkembangan serta kompetensi yang dibutuhkan oleh peradaban manusia. Mungkin kita sempat teringat sedikit dimana pada masa pendidikan Kartini di Jepara yang pada saat itu para perempuan memperjuangkan haknya untuk dapat merasakan pendidikan layaknya seorang laki-laki. Adanya kisah Kartini membuktikan bahwa pendidikan terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman yang ada. Begitu juga dengan pendidikan Indonesia sekarang yang merupakan bagian dari kebudayaan dan peradaban yang akan terus berkompetisi untuk mewujudkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang seutuhnya.

Dewasa ini pendidikan tidak melulu digambarkan dengan duduk berjam-jam di dalam kelas yang menjadi momok menakutkan bagi anak-anak siswa sekolah dasar pada khusunya. Ini sesuai dengan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pada saat memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang viral sejak dirilis ke publik. Konsep merdeka belajar dan guru penggerak pun menjadi inspirasi dan dipuji. Menurut penjelasan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, mengenai konsep Merdeka Belajar itu dapat diartikan unit pendidikan yaitu sekolah, guru-guru dan muridnya  mempunyai kebebasan. Kebebasan disini ialah diberikannya kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif. Pada pidato Mendikbud dalam memperingati Hari Guru Nasional, terdapat kalimat “ Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan”. Terkait dengan aturan yang dinilai perlu diperbaiki.

Karena tugas seorang pendidik adalah mengarahkan peserta didik agar dapat mengenal potensi yang terdapat didalam dirinya. Ketika peserta didik telah megetahui potensi yang dimiliki pada dalam dirinya. Disini Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) berperan untuk meberikan fasilitas agar peserta didik dapat mengembangkan potensi yang telah dimiliki, baik bidang akademik maupun non-akademik. Seperti kegiatan-kegiatan yang telah ada baik dibidang kesenian, olahraga, kepenulisan, dan teknologi. Setelah disediakannya fasilitas untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam diri masingg-masing mahasiswa, mahasiswa dibebaskan untuk  memilih kegiatan yang ingin diikuti, yang sesuai dengan minat dan bakat mereka masing-masing. Dengan itu, mahasiswa mengembangkan potensi yang mereka miliki. Dan tidak luput tugas kampus disini memberikan peluang untuk mahasiswa, mengikuti perlombaan guna mengukur potensi dirinya. Karena kegiatan mengikuti perlombaaan merupakan bagian dari proses menumbuh kembangkan potensi mahasiswa tersebut. Dan pendidikan yang baik, tidak hanya memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi minat dan bakat saja. Disini mahasiswa juga dituntut untuk mandiri, tidak tergantung atau bersandar kepada pihak-pihak lain, tidak tergantung pada bantuan orang lain, tidak hanya terpaku dari satu narasumber atau buku dalam pembelajaran. Pendidikan yang bersifat mandiri bertjuan untuk mahasiswa percaya kepada dirinya sendiri dalam mengejarkan tugas-tugas dalam perkuliahan. Agar dapat memecahkan sendiri persoalan yang dialami, Sehingga termotivasi untuk berinisiatif, berkreasi, berinovasi, proaktif dan kerja keras.

            Dalam dunia pendidikan pembelajaran inovatif juga sangat diperlukan, karena pembelajaran tersebut mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Proses pembelajaran dirancang, disusun dan dikondisikan untuk siswa agar belajar. Berbeda dengan pembelajaran konvensional akan mebuat peserta didik kurang tertarik dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa serta tidak bermakna pengetahuan yang diperoleh siswa. Karena dengan pembelajaran yang bersifat inovatif, seorang dosen dapat menciptakan sumber daya pembelajaran yang lebih produktif maupun pengelolan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Dengan cara dosen tersebut harus mengenali hubungan, banyaknya penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan baru dan berbeda anatara objek, proses, bahan, teknologi dan orang. Sebagaimana dosen menerapkan cara menegajar yang lebih kooperatif dan interaktif, seperti yang telah dilakukan dengan cara belajar kelompok atau diskusi. Sehingga siswa terlibat dalam kegiatan yan megembangkan pemahaman dan kemampuan mereka pada saat pembelajaran. Dosen disini juga bisa menggunakan berbagai alat bantu termasuk lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi mahasiswanya. Jadi pembelajaran yang berkualiats, madiri dan inovatif dapat meningkatkan semua kemampuan posistif siswa agar dapat meningkatkan kualitas intelektual (penguasaan Iptek), kualitas emosional (kepribadian) dan kualitas spiritual sehingga siap menyongsong masa depan yang penuh kompetisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Kesehatan Mental Pada Pelajar  Dalam Proses  Pembelajaran Daring   Kesehatan sering kali digambarkan dalam segi kondisi fisik saja, me...