Senin, 07 Desember 2020

 

Ayam Panggang Hari Natal

Bulan Desember adalah bulan yang sangat identik dengan  nuansa Natal bagi mereka yang beragama Kristen, hari dimana semua berkumpul dengan keluarga besarnya atu keluarga kecilnya sekali pun. Dimeriahkan dengan penuh pernak pernik natal, tawa dan kebahagian, dan berbagai macam makanan khas di hari natal.

 

Kata Natal adalah ungkapan dari sebuah bahasa latin yaitu Dies Natalis (Hari Lahir), jika dalam bahasa Inggris orang menyebutnya dengan sebutan Christmas. Suatu moment yang selalu dirindukan oleh aku dan keluargaku. Yang dimana dijelaskan pada Alkitab sebagai hari kelahiran Yesus Kristus. Setiap orang beragama Kristes akan melakukan kebaktian malam pada tanggal 24 Desember atau yang biasa ku sebut dengan malam Natal, dengan menyanyikan lagu Malam Kudus dengan ditemani lilin-lilin kecil yang menyala. Esoknya kami akan melakukan kebaktian pagi pada tanggal 25 Desember.

Perayaan Natal merupakan tradisi yang sangat ditunggu dan dinantikan, perayaan ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Banyak sekali hal yang dilakukan dalam perayaan ini yang tidak ada pada hari-hari biasanya. Hari dimana aku sangat bersemangat untuk memasang dan menghias pohon Natal, bertukar hadiah dengan teman atau keluarga, mengucapkan selamat hari natal kepada teman-teman dan keluarga, dan tidak lupa hal yang paling dinantikan yaitu memakan ayam  panggang yang selalu menjadi menu utama ketika hari Natal.

Ayam panggang ini adalah sebuah resep turun temurun dari keluarga papa ku, menu masakan yang selalu menjadi menu utama di hari Natal. Jujur sebenarnya aku masih bingung kenapa masakan ini dinamakan ayam panggang, kerena menurut ku ayam panggang tidak jauh berbeda dengan ayam bakar yang dibumbui dengan bumbu kecap dan rempah-rempah lainnya. Tapi pada menu ayam panggang keluarga ku ini sangat jauh berbeda dengan menu ayam panggang atau bakar lainnya. Jika pada ayam panggang atau ayam bakar lainnya diproses dengan dipanggang  atau dibakar dengan dilumuri kecap dan bumbu lainnya. Tidak dengan menu ayam panggang keluarga ku, ketika dipanggang ayam hanya dilumuri dengan perasan jeruk nipis dan garam saja. Setelah proses memanggang atau dibakar ayam dimasak dengan bumbu halus yang semua bahan telah diblender (Cabe ijo, bawang merah, bawang putih, kemiri, kencur, jahe, lengkuas, daun jeruk, serai, dan andaliman) dari semua bahan tersebut beberapa digoreng atau disangrai terlebih dahulu. Aku berpikir menu masakan ini lebih cocok dinamakan dengan ayam bumbu cabai ijo dibandingkan ayam panggang, karena tampilan warna pada masakan ini dominan dengan warna hijau nantinya setelah selesai dimasak.

Walaupun begitu bukan menjadi masalah yang perlu dipikirkan, makan ini tetap saja menjadi makan utama pada hidangan hari Natal. Tidak hanya keluarga ku saja yang menantikan makanan ini dihari Natal, melainkan keluarga besar dari mama ku pun  menantikan masakan ini di hari Natal.  Semua orang sangat menyukai menu masakan turun temurun dari keluarga papa ku, dengan rasa yang identik pedas, gurih, dan asam, semua orang sangat menyukai rasa itu. Tidak hanya itu, ada hal yang membuat ku sangat terkejut ketika kecil saat pertama kali memakan menu masakan ini, hal itu adalah ketika selesai memakan ayam panggang ini lidahku berasa bergetar di dalam mulut. Ketika ku tanya kepada papa ku kenapa lidahku bisa merasa seperti bergetar, ternyata hal itu diakibatkan oleh salah satu bumbu dalam masakan ini yaitu andaliman, bumbu masakan yang membuat lidahku berasa bergetar di dalam mulut. Itu adalah hal yang akan dirasakan setiap orang ketika memakan ayam panggang tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Kesehatan Mental Pada Pelajar  Dalam Proses  Pembelajaran Daring   Kesehatan sering kali digambarkan dalam segi kondisi fisik saja, me...