Ayam
Panggang Hari Natal
Bulan
Desember adalah bulan yang sangat identik dengan nuansa Natal bagi mereka yang beragama Kristen,
hari dimana semua berkumpul dengan keluarga besarnya atu keluarga kecilnya
sekali pun. Dimeriahkan dengan penuh pernak pernik natal, tawa dan kebahagian,
dan berbagai macam makanan khas di hari natal.
Kata Natal adalah
ungkapan dari sebuah bahasa latin yaitu Dies Natalis (Hari Lahir), jika dalam
bahasa Inggris orang menyebutnya dengan sebutan Christmas. Suatu moment yang
selalu dirindukan oleh aku dan keluargaku. Yang dimana dijelaskan pada Alkitab
sebagai hari kelahiran Yesus Kristus. Setiap orang beragama Kristes akan
melakukan kebaktian malam pada tanggal 24 Desember atau yang biasa ku sebut
dengan malam Natal, dengan menyanyikan lagu Malam Kudus dengan ditemani
lilin-lilin kecil yang menyala. Esoknya kami akan melakukan kebaktian pagi pada
tanggal 25 Desember.
Perayaan Natal
merupakan tradisi yang sangat ditunggu dan dinantikan, perayaan ini tidak boleh
dilewatkan begitu saja. Banyak sekali hal yang dilakukan dalam perayaan ini
yang tidak ada pada hari-hari biasanya. Hari dimana aku sangat bersemangat untuk
memasang dan menghias pohon Natal, bertukar hadiah dengan teman atau keluarga,
mengucapkan selamat hari natal kepada teman-teman dan keluarga, dan tidak lupa
hal yang paling dinantikan yaitu memakan ayam
panggang yang selalu menjadi menu utama ketika hari Natal.
Ayam panggang ini
adalah sebuah resep turun temurun dari keluarga papa ku, menu masakan yang
selalu menjadi menu utama di hari Natal. Jujur sebenarnya aku masih bingung
kenapa masakan ini dinamakan ayam panggang, kerena menurut ku ayam panggang
tidak jauh berbeda dengan ayam bakar yang dibumbui dengan bumbu kecap dan
rempah-rempah lainnya. Tapi pada menu ayam panggang keluarga ku ini sangat jauh
berbeda dengan menu ayam panggang atau bakar lainnya. Jika pada ayam panggang
atau ayam bakar lainnya diproses dengan dipanggang atau dibakar dengan dilumuri kecap dan bumbu
lainnya. Tidak dengan menu ayam panggang keluarga ku, ketika dipanggang ayam
hanya dilumuri dengan perasan jeruk nipis dan garam saja. Setelah proses
memanggang atau dibakar ayam dimasak dengan bumbu halus yang semua bahan telah
diblender (Cabe ijo, bawang merah, bawang putih, kemiri, kencur, jahe,
lengkuas, daun jeruk, serai, dan andaliman) dari semua bahan tersebut beberapa
digoreng atau disangrai terlebih dahulu. Aku berpikir menu masakan ini lebih
cocok dinamakan dengan ayam bumbu cabai ijo dibandingkan ayam panggang, karena
tampilan warna pada masakan ini dominan dengan warna hijau nantinya setelah
selesai dimasak.
Walaupun begitu bukan
menjadi masalah yang perlu dipikirkan, makan ini tetap saja menjadi makan utama
pada hidangan hari Natal. Tidak hanya keluarga ku saja yang menantikan makanan
ini dihari Natal, melainkan keluarga besar dari mama ku pun menantikan masakan ini di hari Natal. Semua orang sangat menyukai menu masakan
turun temurun dari keluarga papa ku, dengan rasa yang identik pedas, gurih, dan
asam, semua orang sangat menyukai rasa itu. Tidak hanya itu, ada hal yang
membuat ku sangat terkejut ketika kecil saat pertama kali memakan menu masakan
ini, hal itu adalah ketika selesai memakan ayam panggang ini lidahku berasa
bergetar di dalam mulut. Ketika ku tanya kepada papa ku kenapa lidahku bisa
merasa seperti bergetar, ternyata hal itu diakibatkan oleh salah satu bumbu
dalam masakan ini yaitu andaliman, bumbu masakan yang membuat lidahku berasa
bergetar di dalam mulut. Itu adalah hal yang akan dirasakan setiap orang ketika
memakan ayam panggang tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar