Efektif
dan Efisien kah Pembelajaran Jarak Jauh
Corona
atau yang kita kenal sekarang dengan Covid-19 adalah sebuah virus yang mewabah
di berbagai kalangan negara dibelahan dunia. Kemunculan virus tersebut pertama
kali diketahui ada di Wuhan-Cina pada tanggal 17 November 2019. Dalam kasus
yang ditemukan virus corona Wuhan mirip dengan penyakit flu pada umumnya,
tetapi ia bisa menyebabkan dua generasi kasus, yakni orang yang tertular
kemudia menularkannya ke orang lain.
Indonesia
petama kali mengkonfirmasi kasus COVID-19 pada senin 2 maret 2020, saat itu
Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit
virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kasus yang
terjadi pada dua orang tersebut, diduga berawal dari perempuan yang berusia 31
tahun itu dengan WNA yang berasal dari Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan
tersebut terjadi di sebuah klub atau hiburan malam yang erlokasi di Jakarta
pada 14 Februari.
Dikarenakan
angka positif corona yang ada di Indonesia semakin meningkat dan tidak ada
penurunan, diberlakukannya lah PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar) di
seluruh Indonesia. Kegiatan pekerjaan dan sekolah yang sebelumnya dilakukan di
kantor dan di sekolah, sekarang kegiatan tersebut berubah, sehingga kegiatan dilakukan
dari rumah masing-masing atau yang dikenal juga dengan WFH (Work Form House)
dan begitu pula dengan sekolah dan universitas yang ada di Indonesia
memberlakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan Kuliah Daring bagi siswa-siswi
dan mahasiswa-mahasiswi di Indonesia.
Semua
kegaiatan belajar mengajar selama masa pandemik ini diberlakukan melalui rumah
masing-masing, baik tenaga pendidikan dan peserta didik. Disini tenaga pendidikan
mencari cara bagaimana menyampaikan materi ditengah keadaan pandemik,
diakrenakan tidak dapat melakukan proses belajar mengajar dengan cara tatap
muka. Maka dari itu diberlakukannya penyampain materi berupa video, presentasi,
grafis dan lainnya yang menjelaskan mengenai materi yang diajar.
Diberlakukannya
kegiatan tersebut tidak membuat peserta didik paham betul mengenai materi yang
dijelaskan, kegaiatan belajar jarak jauh seperti tidak cukup efektif dan
efisien dalam dunia pendidikan. Kita sadari bahwa masih banyak dari
daerah-darah lain yang masih tertinggal dibidang teknologi dan kondisi jaringan
yang masih belum merata. Selain itu, kmampuan teknologi dan ekonomi setiap
peserta didik berbeda-beda. Tidak semua siswa atau mahasiswa memiliki fasilitas
memadai yang dapat menunjang kegiatan belajar jarak jauh ini.
Bukan
hanya itu saja, saat guru atau dosen memberikan tugas kepada siswa atau
mahasiswa, banyak hal kecurangan yang terjadi di dalamnya. Tingkat untuk
melakukan kegiatan mencotek sangat tinggi di tengah kondisi saat ini, karena
pada saat pembelajaran jarak jauh saat ini kurangnya pengawasan dari guru atau
dosen sekali pun. Selain itu siswa atau mahasiswa terkadang mengerjakan tugas
tersebut bukan karena mereka memahami betul mengenai materi yang telah
dijelaskan, tetapi dikarenakan mereka ingin mendapatkan nilai. Jadi dalam
proses belajar mengajar saat ini hal utama dalam pembelajaran bukan lagi
mengenai materi yang disampaikan tetapi yang menjadi hal utama adalah seberapa
besar mereka mendapatkan nilai dalam tugas tersebut.
Meskipun
begitu pembelajaran harus tetap dilaksanakan dan berjalan. Setiap instansi
telah memiliki kebijakannya masing-masing dalam menyikapi persoalan-persoalan
yang ada dalam proses pemabalajaran jarak jauh saat ini. Beberapa instansi juga
memberikan kebijakan agar peserta didik tidak hanya belajar materi saja,
melainkan mereka juga mengasah keterampilannya dalam minat bakat yang dapat
dilakukan di rumah mereka masing-masing dan life
skill dengan membantu kegiatan di rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar