Kamis, 19 November 2020

 

Efektif dan Efisien kah Pembelajaran Jarak Jauh

Corona atau yang kita kenal sekarang dengan Covid-19 adalah sebuah virus yang mewabah di berbagai kalangan negara dibelahan dunia. Kemunculan virus tersebut pertama kali diketahui ada di Wuhan-Cina pada tanggal 17 November 2019. Dalam kasus yang ditemukan virus corona Wuhan mirip dengan penyakit flu pada umumnya, tetapi ia bisa menyebabkan dua generasi kasus, yakni orang yang tertular kemudia menularkannya ke orang lain.

Indonesia petama kali mengkonfirmasi kasus COVID-19 pada senin 2 maret 2020, saat itu Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kasus yang terjadi pada dua orang tersebut, diduga berawal dari perempuan yang berusia 31 tahun itu dengan WNA yang berasal dari Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan tersebut terjadi di sebuah klub atau hiburan malam yang erlokasi di Jakarta pada 14 Februari.

Dikarenakan angka positif corona yang ada di Indonesia semakin meningkat dan tidak ada penurunan, diberlakukannya lah PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar) di seluruh Indonesia. Kegiatan pekerjaan dan sekolah yang sebelumnya dilakukan di kantor dan di sekolah, sekarang kegiatan tersebut berubah, sehingga kegiatan dilakukan dari rumah masing-masing atau yang dikenal juga dengan WFH (Work Form House) dan begitu pula dengan sekolah dan universitas yang ada di Indonesia memberlakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan Kuliah Daring bagi siswa-siswi dan mahasiswa-mahasiswi di Indonesia.

Semua kegaiatan belajar mengajar selama masa pandemik ini diberlakukan melalui rumah masing-masing, baik tenaga pendidikan dan peserta didik. Disini tenaga pendidikan mencari cara bagaimana menyampaikan materi ditengah keadaan pandemik, diakrenakan tidak dapat melakukan proses belajar mengajar dengan cara tatap muka. Maka dari itu diberlakukannya penyampain materi berupa video, presentasi, grafis dan lainnya yang menjelaskan mengenai materi yang diajar.

Diberlakukannya kegiatan tersebut tidak membuat peserta didik paham betul mengenai materi yang dijelaskan, kegaiatan belajar jarak jauh seperti tidak cukup efektif dan efisien dalam dunia pendidikan. Kita sadari bahwa masih banyak dari daerah-darah lain yang masih tertinggal dibidang teknologi dan kondisi jaringan yang masih belum merata. Selain itu, kmampuan teknologi dan ekonomi setiap peserta didik berbeda-beda. Tidak semua siswa atau mahasiswa memiliki fasilitas memadai yang dapat menunjang kegiatan belajar jarak jauh ini.

Bukan hanya itu saja, saat guru atau dosen memberikan tugas kepada siswa atau mahasiswa, banyak hal kecurangan yang terjadi di dalamnya. Tingkat untuk melakukan kegiatan mencotek sangat tinggi di tengah kondisi saat ini, karena pada saat pembelajaran jarak jauh saat ini kurangnya pengawasan dari guru atau dosen sekali pun. Selain itu siswa atau mahasiswa terkadang mengerjakan tugas tersebut bukan karena mereka memahami betul mengenai materi yang telah dijelaskan, tetapi dikarenakan mereka ingin mendapatkan nilai. Jadi dalam proses belajar mengajar saat ini hal utama dalam pembelajaran bukan lagi mengenai materi yang disampaikan tetapi yang menjadi hal utama adalah seberapa besar mereka mendapatkan nilai dalam tugas tersebut.

Meskipun begitu pembelajaran harus tetap dilaksanakan dan berjalan. Setiap instansi telah memiliki kebijakannya masing-masing dalam menyikapi persoalan-persoalan yang ada dalam proses pemabalajaran jarak jauh saat ini. Beberapa instansi juga memberikan kebijakan agar peserta didik tidak hanya belajar materi saja, melainkan mereka juga mengasah keterampilannya dalam minat bakat yang dapat dilakukan di rumah mereka masing-masing dan life skill dengan membantu kegiatan di rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Kesehatan Mental Pada Pelajar  Dalam Proses  Pembelajaran Daring   Kesehatan sering kali digambarkan dalam segi kondisi fisik saja, me...